Tukum, KIM – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi seimbang, warga Desa Tukum diajak untuk menggalakkan gerakan menanam sayur secara swadaya. Program ini juga mendapat dukungan dari alokasi 20 persen Dana Desa yang diperuntukkan bagi ketahanan pangan, termasuk penyediaan makanan bergizi gratis bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam Safari Ramadan hari kedua yang berlangsung di Masjid Al Hikmah, Dusun Pandansari, Desa Tukum, pada Selasa (4/3/2025) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Tekung, Iptu Sujianto, turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman bernilai gizi tinggi.
"Harapan kami, setiap rumah memiliki tanaman sayur yang bisa dikonsumsi setiap hari. Selain itu, lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk menanam kelor. Kelor ini dikenal sebagai superfood, mengandung gizi tinggi, dan sangat bermanfaat untuk mengatasi stunting," ujar Iptu Sujianto.
Selain kelor, warga juga didorong untuk menanam kemangi, pepaya (kates), serta menghidupkan kembali konsep "pawon urip", yakni pekarangan yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Program ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Desa Tukum dalam mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Dengan pemanfaatan lahan pekarangan, diharapkan masyarakat dapat mengakses makanan sehat secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan keluarga.
Melalui gerakan ini, warga Desa Tukum diharapkan tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil panen sayur, tetapi juga dapat memperbaiki pola konsumsi dengan gizi yang lebih seimbang. (Pemdes/KIM Tukum Mandiri/Ci)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh