Tukum, KIM – Desa Tukum, Kecamatan Tekung, kembali menunjukkan kekuatan tradisi dan nilai keagamaan melalui pawai menyambut Ramadan yang digelar serentak pada Rabu (26/2/2025). Ratusan siswa dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari TK/RA, SD/MI, hingga SMP, turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan penuh semangat.
Mereka berjalan bersama melintasi jalan-jalan desa, membawa atribut Islami seperti bendera, spanduk bertuliskan pesan keagamaan, serta menabuh rebana. Sepanjang perjalanan, lantunan shalawat menggema, menciptakan atmosfer yang penuh spiritualitas dan kegembiraan menyambut bulan suci.
Pawai ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata dari kearifan lokal yang terus dijaga masyarakat Desa Tukum. Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menegaskan bahwa tradisi ini bukan hanya menjadi bagian dari syiar Islam, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin mencintai ajaran agama dan memperkuat kebersamaan.
"Tradisi ini sudah menjadi bagian dari budaya keagamaan di desa kami. Anak-anak selalu antusias menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga momen yang mempererat hubungan antar-lembaga pendidikan serta mengajarkan nilai-nilai kebersamaan," ungkap Cak Santo.
Setelah menyelesaikan pawai, rombongan siswa kemudian berkunjung ke Kantor Pemerintah Desa Tukum. Di sana, mereka disambut oleh perangkat desa yang memberikan motivasi dan pesan edukatif tentang makna Ramadan serta pentingnya menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Cak Santo, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang melatih kesabaran, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai keimanan.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami Ramadan sebagai ibadah individu, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat kepedulian sosial dan kebersamaan," tambahnya.
Selain itu, kunjungan ke kantor desa juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang bagaimana pemerintahan desa bekerja dalam melayani masyarakat. Beberapa siswa tampak antusias bertanya tentang peran pemerintah desa dalam membangun komunitas yang harmonis dan berdaya.
Pawai Ramadan ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan di pedesaan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga alat untuk membentuk karakter generasi muda yang religius, berbudaya, dan memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Dengan kegiatan seperti ini, Desa Tukum tidak hanya merayakan Ramadan, tetapi juga menjaga warisan nilai-nilai luhur yang telah berlangsung turun-temurun. (KIM Tukum Mandiri/Fe)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh