Tukum, KIM - Dengan kreativitas yang memukau dan dedikasi yang tinggi, Desa Tukum berhasil menciptakan stand kuno milik Pemerintah Kecamatan Tekung yang menghadirkan nuansa nostalgia di acara Loemadjang Mbiyen #4. Partisipasi mereka tidak hanya menyemarakkan acara tahunan ini, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam menarik perhatian pengunjung.
Stand kuno Kecamatan Tekung, yang dipenuhi dengan perabotan zaman dulu seperti wakul, kendi, dan ornamen tradisional, menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung. Mereka tidak hanya dapat menikmati berbagai produk makanan tradisional khas pedesaan, seperti nasi jagung dan tape ketan, tetapi juga merasakan atmosfer yang membawa mereka bernostalgia kepada masa lalu.
Kepala Desa Tukum Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo menyatakan kebahagiaannya atas sambutan positif dari masyarakat terhadap konsep stand yang mereka desain.
"Kami sangat senang bisa berkontribusi dalam Loemadjang Mbiyen #4 ini. Stand kami didesain dengan penuh perasaan untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya serta produk lokal pedesaan di wilayah Kecamatan Tekung," ujarnya.
Selain sebagai ajang promosi produk, partisipasi Desa Tukum juga merupakan bagian dari komitmen mereka untuk mendukung upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya desa.
Cak Santo berharap, ke depannya Desa Tukum dapat terus aktif dalam mempromosikan kekayaan budaya lokal dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berhasilnya partisipasi mereka dalam Loemadjang Mbiyen #4, Desa Tukum membuktikan bahwa kreativitas dan dedikasi dapat menjadi kunci sukses dalam mempromosikan budaya dan produk lokal. Mereka juga menegaskan komitmen mereka untuk terus berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan identitas dan kearifan lokal desa. (KIM Tukum Mandiri/Rul)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh