Tukum, KIM – Hadirnya sang buah hati menjadi momentum yang membahagiakan bagi semua pasangan. Banyak dari para calon ibu yang sudi mempertaruhkan keselamatannya demi lahirnya sang buah hati di tengah-tengah keluarga kecilnya. Seorang ibu rela sakit, merasakan kontraksi dan berjuang dalam persalinan.
Fitria (28th) adalah salah satu dari ibu terhebat tersebut dengan penuh semangat menceritakan pengalaman masa persalinannya, karena mendapatkan layanan persalinan gratis dari pemerintah daerah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Saat dimintai keterangan di kediamannya, Kamis (29/6/2023), Fitria yang merupakan warga Desa Tukum mengungkapkan, bahwa saat melahirkan putri pertamanya pada tahun 2019 lalu, wajahnya memancarkan kegembiraan yang luar biasa atas hadirnya sang buah hati dengan selamat dan sehat tak kurang satu apapun, dan dirinya juga merasa bersyukur, karena pada saat itu seluruh biaya persalinannya gratis.
Lanjut dia, kala itu Fitria bersama dengan suaminya merasa kuatir dengan biaya persalinan. Dirinya harus dirujuk ke rumah sakit, karena tidak kunjung mengalami pembukaan jalan lahir. Meskipun, umur kandungannya telah melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL).
“Saya sangat bersyukur, karena waktu itu saya telah menjadi peserta BPJS/ KIS/ JKN. Jadi, selain proses persalinannya gratis, di rumah sakit tetap mendapatkan pelayanan atau pemeriksaan saat hamil, pelayanan persalinan, pelayanan ibu nifas, maupun perawatan bayi baru lahir,” ungkap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Fitria tak henti mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, karena melalui Program Persalinan Gratis itu, dirinya maupun ibu hamil lainnya yang nantinya melakukan proses persalinan bisa diringankan dan sangat terbantu, karena tidak dipungut biaya layanan apapun.
“Kami dan keluarga sangat berterima kasih, Program Persalinan Gratis memang benar-benar sangat membantu. Jadi, ibu-ibu hamil saat proses persalinan bisa bertaruh nyawa, tanpa memikirkan beban pembiayaan,” terang dia.
Fitria berharap, agar ke depan Program Persalinan Gratis dapat terus ada. Mengingat, program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya ibu hamil.
Sementara itu, Bidan Desa Tukum, Dilem Anjarwati, S.ST mengatakan, bahwa Program Persalinan Gratis merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lumajang (Cak Thoriq dan Bunda Indah) Masa Jabatan 2018-2023.
Ia juga mengatakan, diluncurkannya program tersebut, tujuannya agar dapat menekan kasus stunting, serta angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Lumajang akan mengalami penurunan, sehingga bisa mencapai target Millennium Development Goals (MDGs).
Adapun persyaratannya saat melahirkan di rumah sakit adalah membawa surat rujukan dari puskesmas, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), wajib melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), kondisi ibu hamil terindikasi bersalin di rumah sakit, dan ibu hamil yang bersalin akan mendapatkan fasilitas kesehatan kelas III (tiga).
Sedangkan, untuk masyarakat non SKTM atau yang belum mempunyai BPJS/ JKN/ KIS dengan membawa KTP dan KK, akan tetapi jenis pelayanan yang diberikan berupa persalinan saja.
“Bagi peserta BPJS/ KIS/ JKN, proses persalinan di puskesmas maupun di rumah sakit tetap dapat menggunakan kartunya, untuk perawatan atau pemeriksaan ibu hamil, pelayanan persalinan ibu hamil, dan bayi baru lahir,” kata dia.
Ia menambahkan, bahwa sejak program persalinan gratis diluncurkan tahun 2018 lalu hingga saat ini, di Desa Tukum ada sekitar 54 ibu hamil yang telah terbantu terkait biaya persalinannya.
“Kami berharap kepada masyarakat, khususnya yang memiliki balita dan ibu hamil untuk memanfaatkan layanan kesehatan di posyandu, agar rekam medis perkembangan balita dan masa kehamilan dapat terpantau dengan baik, sehingga dapat meminimalkan kasus tengkes (stunting) dan AKI-AKB,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa Tukum, Mohamad Yunus menyampaikan, bahwa pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, karena program-programnya telah dapat menyejahterahkan masyarakat Desa Tukum.
Lanjut dia, selain itu, program-program dari pemerintah kabupaten juga dapat diselaraskan dengan program pemerintahan di desa, sehingga capaiannya dapat melingkup dan memberikan kesejahteraan yang lebih luas, baik di bidang perekonomian, pendidikan maupun infrastruktur.
“Terima kasih, Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Lumajang. Program-program dari kabupaten sudah dapat dirasakan oleh masyarakat, dan kami (pemerintah desa, red) juga bisa menyelaraskan program dari kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tukum,” ujar dia.
Adapun program dari pemerintah kabupaten yang telah terealisasi di Desa Tukum diantaranya, Program Persalinan Gratis, Pelayanan Adminduk yang semakin baik, Bantuan SPP dan Seragam Gratis, Honor Non NIP dan Guru Ngaji, Santunan Uang Duka, dan Tunjangan bagi Ketua RT dan RW.
Kemudian, Pembenahan maupun penambahan Infrastuktur yang semakin baik, mulai dari Infrastruktur Jalan, Pendidikan, Kesehatan, serta Jaringan WiFi dan Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik. (KIM Tukum Mandiri/Fia/Rul)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh