Tukum, KIM - Masjid Baiturrohman, sebuah cagar budaya yang berdiri megah di Dusun Munder Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah menjadi penjaga sejarah dan spiritualitas bagi masyarakat setempat selama sekitar 112 tahun. Namun, dengan usia yang telah menjulang tersebut, perhatian khusus dalam pemeliharaan dan perawatan bangunan menjadi semakin penting.
Dalam upaya untuk memastikan keberlangsungan dan kelestarian Masjid Baiturrohman, Kepala Desa Tukum Susanto atau akrab disapa Cak Santo menyuarakan kebutuhan akan dukungan dari pemerintah daerah.
"Untuk menjaga agar cagar budaya di Desa Tukum, terutama Masjid Baiturrohman, tetap terjaga dengan baik, saya bersama masyarakat setempat mengharapkan dukungan dalam pemeliharaan bangunan dari pemerintah daerah," ungkap Cak Santo dalam acara Sosialisasi Cagar Budaya yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, yang berlangsung di Balai Desa Tukum, Senin (27/5/2024).
Menurut Cak Santo, Masjid Baiturrohman, sebagai salah satu warisan kuno Desa Tukum, memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi komunitasnya.
Meskipun bangunan tersebut telah berusia lebih dari seabad, tetapi keindahannya masih dapat dilihat dari arsitektur dan detil-detail khas masa lalu yang terpatri dalam strukturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Muhammad Suhudi yang juga hadir dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya menjaga dan merawat bangunan cagar budaya seperti Masjid Baiturrohman.
"Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat bangunan cagar budaya ini dengan baik. Kami siap memberikan dukungan teknis dan bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan. Pengusulan untuk merenovasi masjid dapat dilakukan dengan syarat bahwa sertifikat kepemilikan telah resmi atas nama masjid tersebut atau telah diwakafkan," katanya.
Dengan adanya kesadaran bersama akan pentingnya pemeliharaan cagar budaya, diharapkan Masjid Baiturrohman tetap menjadi saksi bisu dari sejarah dan spiritualitas Desa Tukum untuk bertahun-tahun yang akan datang.
“Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat setempat, dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat menjaga dan memperkuat keberadaan warisan budaya ini bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Rul)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh