Tukum, KIM – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tukum diminta menggunakan bantuan sosial yang diterimanya untuk pemenuhan gizi dan sekolah anak.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Tukum, Mohamad Yunus saat dimintai keterangan usai kegiatan Family Development Session (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi KPM PKH, bertempat di Balai Desa Tukum Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (10/8/2022).
Menurut Yunus, pemanfaatan bantuan sosial untuk pemenuhan gizi anak sangat penting. Oleh karena itu, urusan gizi tidak boleh dilupakan, karena jika gizi anak terpenuhi, maka anak-anak tumbuh sehat dan dapat berprestasi di sekolah.
"Pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak usia dini juga tidak kalaj penting, karena jika gizi balita dan ibu hamil tepenuhi dengan, maka hal itu juga akan dapat mencegah stunting," ujar dia.
Dirinya juga berharap, agar ke depan sinergisitas antara pemerintah desa dan Pendamping PKH tetap terjalin dengan baik, sehingga KPM dapat lebih terarah untuk pemanfaatan bansos yang diterimanya, dan upaya penuntasan kasus stunding di Desa Tukum dapat ditekan hingga angka terkecil.
Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Tekung, Mohammad Qoyyum mengungkapkan, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada KPM PKH di wilayahnya, karena sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, bahwa kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) diarahkan untuk pemenuhan nutrisi masyarakat.
“Kami akan terus menyosialisasikan kepada KPM PKH, agar bantuan sosial yang diterimanya dapat dimanfaatkan untuk pememenuhan gizi anak usia dini atau ibu hamil. Hal ini bertujuan endukung program nasional pencegahan stunting, dan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia , red),” ungkapnya. (KIM Tukum Mandiri/Rul)
KembaliCopyright © 2020 Diskominfo Kab. Lumajang - Dibuat dengan penuh