INFO DESA

Belajar dari Ketertinggalan, Desa Tukum Memulai BUMDes dengan Arah Jelas
27 Desember 2025   12 kali

Tukum, KIM - Desa Tukum memilih jalan yang jujur dan reflektif dalam membangun masa depan ekonominya. Kesadaran akan ketertinggalan dalam pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak dipandang sebagai kelemahan, melainkan sebagai pijakan awal untuk melakukan pembenahan yang lebih matang dan berkelanjutan. Narasi ini mengemuka dalam acara Musyawarah dan Launching BUMDes Bina Usaha Mandiri Desa Tukum di Green House Sayur Hidroponik, Sabtu (27/12/2025).

Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menegaskan bahwa selama ini aktivitas ekonomi desa berjalan secara alami tanpa ditopang kelembagaan usaha yang terstruktur. Kondisi tersebut membuat potensi desa tumbuh sporadis, belum terkelola secara kolektif, dan rentan terhenti di tengah jalan.

Alih-alih menutup fakta, Pemerintah Desa Tukum justru menjadikannya sebagai momentum evaluasi bersama. Desa secara terbuka mengakui bahwa pembentukan BUMDes di Tukum tertinggal dibandingkan desa-desa lain, namun kesadaran itu menjadi ruang belajar yang berharga.

Keterlambatan tersebut dimaknai sebagai kesempatan untuk mengamati, menyerap praktik baik, serta menyiapkan pondasi yang lebih kuat sebelum melangkah. Desa tidak ingin BUMDes lahir sekadar formalitas, tetapi hadir dengan kesiapan dan arah yang jelas.

Kesadaran akan kondisi riil desa kemudian melahirkan pendekatan pembangunan ekonomi yang lebih realistis. BUMDes dibangun berdasarkan potensi lokal dan kemampuan desa, bukan dengan ambisi berlebihan yang berisiko membebani pengelolaan.

Cak Santo menekankan bahwa BUMDes Bina Usaha Mandiri tidak dirancang untuk mengejar citra atau memenuhi tuntutan administratif semata. BUMDes diposisikan sebagai alat pembelajaran bersama, yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dikelola secara bertahap.

Dengan fondasi kesadaran tersebut, Pemerintah Desa Tukum ingin memastikan bahwa setiap unit usaha yang dijalankan memiliki arah, manfaat, dan peluang berkembang. Keterlambatan justru menjadi modal kebijaksanaan agar desa tidak melangkah tergesa-gesa.

Langkah ini menunjukkan bahwa kemajuan desa tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling cepat memulai, melainkan oleh siapa yang paling siap menjaga keberlanjutan. Desa Tukum memilih membangun dengan kesadaran, kehati-hatian, dan komitmen bersama.

Melalui BUMDes Bina Usaha Mandiri, Desa Tukum menata ulang arah pembangunan ekonomi, berangkat dari keberanian mengakui kondisi, menuju kemandirian yang tumbuh perlahan namun kokoh. (KIM Tukum Mandiri/Fe)

 

Kembali
PENCARIAN
INFO POPULER